Loading...

Renungan! Kembali Pada Muasal

kenangan tentu merupakan arti dari sebuah pengalaman. percaya atau tidak, seluruh pengalaman yang kita dapati, buruk atau pun baik. semua itu menjadi kenangan yang tak patut tuk dilupakan.

walau terkadang kita juga merasa. bahwa semua ini tidak penting untuk di ingat berulang-ulang. sampai bahkan merasuk sebagai sumsum tulang yang mengakar. apabila kita cabut serabut itu, kita akan dapati sisa - sisa dari bekas cabutan itu. terkadang pula, akar yang tumbuh pada bibit itu manyisa pada belahan lahan penanamannya.

kenangan tidak dapat kita artikan sebagai sesuatu yang sudah lewat. itu lewat.
namun lebih tepatnya adalah sebagai sesuatu yang tidak patut untuk di lupakan. terlebih pada hal yang menyakitkan.

Kata teman:

Kenangan bukan untuk dihapuskan.
Dijaga, diuri-uri dan dijadikan kaca benggala kehidupan.
Berjalan di atas kenangan menjadikan diri semakin mantap untuk melangkah.


sebab kehidupan ini, tidak akan lepas dari senang dan duka.
dan beberapa perlawanan kata layaknya ada malam dan siang
matahari dan bulan. bahkan banyak laiinnya yang kalian bisa sebutkan sendiri keberadaannya.

SEMUA kembali kepada-Nya.
oleh Dia, kita ada. Maka tiada pun kepada-Nya

Baca Selanjutnya . . .
Description: Renungan! Kembali Pada Muasal Rating: 3.5 Reviewer: Kurungan Celotehan ItemReviewed: Renungan! Kembali Pada Muasal



0 Komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah luangkan waktu baca tulisan kami. Masih banyak tulisan terkait lain yang lebih bermanfaat. Harapan kami kritik saran menjadi penguat blog kami kemudian hari. Salam. Kurungan Celotehan.

 
TOP