Loading...

BANGGA ITU BUKAN APA ATAU BENDA

BANGGA ITU BUKAN APA ATAU BENDA

Setiap insan lahir di dunia tentu tidak terlepas dari peran penting orang tua. Orang tua mendidik serta menghidupi anaknya adalah kewajiban. Pun kita sadari pula, bahwa anak bagi orang tua adalah titipan dari Tuhan. 

Pertanyaan demi pertanyaan pasti muncul tatkala anak beranjak dari kecil menuju besar. Sejak remaja menuju dewasa, adalah masa dimana setiap anak menjalani karantina jati diri hidup mereka. Jawaban akan pertanyaan setiap tindak tanduk orang tua terhadap anak terkadang menjadi hambatan, karena orang tua diam. Tapi tidak jarang pula menjadi pembelajaran.

Mungkan guwe adalah salah satu diantara mereka yang melampaui hambatan itu. Karena tidak menuntut kemungkinan pembaca juga pernah kan? Terbukti kala guwe masih sekolah SMA, sering sekali orang tua memerintah untuk beli inilah itulah dan lain sebagainya. bahkan perintah itu tidak berhenti sekali dua kali dalam sehari, yakni berkali kali.

Dalam konteks ini, guwe sebagai anak remaja yang masih ABG tentu terbebani dengan segala perintah orang tua. Pikir guwe, ngapain juga orang tua nyuruh guwe melulu, bukankah masih ada adik yang dapat disuruh? Toh juga guwe pengen maen dengan kawan-kawan guwe juga. Itu yang sepintas menjadi perdebatan logika dan pertanyaan spontan timbul di benak. 

Melihat semuanya, sekarang guwe telah beranjak dewasa. Masa pencarian jati diri telah berjalan selangkah demi selangkah guwe lalui. Pertanyaan yang dahulu tersirat di benak telah terjawab satu persatu. Orang tua yang selalu memerintahkan anaknya seperti contoh yang guwe sebutkan diatas. Ternyata memiliki banyak hal pengertian Karakter Didik Orang Tua terhadap Anak. Diantara manfaat Karakter Didik orang tua guwe itu adalah sebagai berikut:

1. Perintah Orang Tua diamini. bukti kelak dewasa anak selalu ingat orang tua. Karena setiap orang tua pasti menginginkan anak yang berbakti, bukan anak pembangkang bahkan lupa.

Guwe sendiri merasakan hal ini, dulu perintah orang tua kala guwe kecil menjadi perintah berbondong tanpa henti, bak meriam hujani tubuh guwe juga penghalang waktu bermain guwe dengan kawan. Kini guwe yang jauh dari orang tua karena mencari pengalaman, tinggal sendiri dan ilmu perkuliahan. Merasakan rindu orang tua sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi guwe. Secara guwe juga jarang pulang ke surabaya walau semarang tidak begitu jauh dan banyak transportasi mudah mampu guwe dapat.

2. Waktu menjawab. Pertanyaan benak guwe akan perintah orang tua, sejatinya membutuhkan jawaban yang guwe cari. Sekarang di bangku perkuliahan, semuanya mampu terjawab dan juga menjadikan guwe sosok yang mandiri dan juga tiada henti raih prestasi demi prestasi.

3. Perintah orang tua itu untuk dipatuhi. Tidak untuk ditakuti. Itu pertama kali guwe fahami sejak dahulu orang tua perintah sampai sekarang. Karena kala orang tua memerintahkan dan guwe bertanya maksud dan kenapa selalu guwe yang mejadi sasaran perintah mereka. Mereka diam seakan memberi isyarat tanpa jawab, "nanti pun guwe juga bakal dapatkan jawabnya". Benar, sekarang pertanyaan-pertanyaan itu terbukti satu persatu.

Guwe dan Tim di Lomba Debat Nasional UNNES Semarang 2011

Terhitung semenjak SMA dulu memang guwe sering mengikuti lomba. Lomba menjadikan mental guwe tumbuh dan selalu memahami proses perjuangan menjadi juara bukanlah hal mudah. Tidak berbeda juga dengan mentalitas juangnya. Sebagai peserta lomba, terkadang dibutuhkan sebuah bekal kritis, mental, sikap juang yang tinggi dan tiada henti dan atau melempem dalam bertanding dan berjuang.

Semua yang guwe sadari diatas akhirnya membuahkan hasil. Membuahkan hasil juara berkali-kali dalam turnamen lomba. Salah satunya Debat Arab. Namun, sejatinya itu semua datang dari pertanyaan-pertanyaan guwe terhadap perintah orang tua guwe dulu. Orang tua perintah guwe beruntut dan tidak boleh melempem. Proses itu sama dengan proses perjalanan lomba debat; dari babak penyisihan lomba sampai juara ada digenggaman guwe. Tentu perjalanan itu sangat menguras tenaga bukan?

Dilain sisi, karakter orang tua guwe pada ranah motivasi dan semangat juga menjadi titik penting. Sejatinya, tidak mungkin orang tua tidak mendoakan semua anaknya sukses. Akan tetapi yang menurut guwe juga penting adalah transparasi ungkapan orang tua kita dihadapan kita. Hal ini pun juga yang menjadikan kuatnya mental berjuang guwe. Dengan semangat itu, guwe juga mendapatkan kesempatan di awal November 2013 kelak mewakili Kampus guwe di International Islamic Student Camp Malaysia. Program international ini adalah program pertama guwe jelajah luar Indonesia dan kado ultah guwe. Ups...

Menjadi penting tatkala guwe fahami dari semua langkah guwe. Guwe dapatkan semuanya dari jejak-jejak langkah yang diarahkan orang tua guwe. Komunikasi yang selalu guwe rajut dengan orang tua akan setiap langkah yang guwe tapaki adalah kunci dari semua hasil dari kemampuan guwe. Dari sini juga guwe menyadari, bahwa Ridlo Tuhan memang benar ada pada pundak kedua orang tua.

Dengan ini, karakter orang tua pada anak merupakan sebuah kebanggan paling besar tiada banding. Bukan bagaimana guwe akan menggantinya dengan apa. Tapi mungkin guwe juga bingung hendak menggantinya dengan apa. Dari pada guwe juga memikirkan hal ini tanpa ada titik temu. Sedangkan orang tua guwe pun guwe tanya tidak jawab. Yang guwe sadari, perjuangan guwe masih panjang dan guwe tidaklah hanya berhenti sampai disini. Masih banyak jalan dan peluang dalam kehidupan guwe yang guwe harus tapaki. Terpenting lagi, KUNCI DASAR atau PEDOMAN guwe adalah menjaga keutuhan KARAKTER DIDIK ORANG TUA sebagai pengarah guwe melangkah.

Jadi, kebanggaan diri sebenarnya terletak pada rasa bukanlah benda atau apa yang kita berikan. Rasa tidak akan pernah hilang dalam kenangan. Tapi apapun dan atau benda apa saja yang engkau berikan. Tentu suatu saat akan hilang dan binasa. Beda dengan rasa yang mampu dikenang dan diabadikan sepanjang masa.

Pesan Orang Tua guwe dalam melangkah, JANGANLAH ENGKAU MERASA LEKAS PUAS AKAN APA YANG ENGKAU DAPATKAN SEKARANG. INGATLAH BAGAIMANA MULANYA ENGKAU BERDIRI, SEMUA ITU BERMULA DARI MERANGKAK KEMUDIAN TEGAP BERDIRI. ESOK, APA ENGKAU TAHU APA YANG TUHAN GARISI?

Singkat pernyataa orang tua guwe diatas merupakan pengingat guwe, disetiap mengambil keputusan bertindak, agar lebih hati-hati dan juga bijak. Oleh karena itu, hambatan dalam memahami akan perintah orang tua tatkala guwe kecil sekarang sudah menjadi pembelajaran. Terbukti memang jenjang umur akan logika memahami makna tersirat orang tua dari perintahnya, itu sangat mempengaruhi dan dominan.

Artikel ini merupakan Artikel yang guwe ikut sertakan pada Lomba Artikel CineUs. Adapun Info terkait lomba tersebut ada pada trailer CineUs yang kami maksud sebagai berikut: 


Guwe ketahui info akan adanya lomba ini dengan koneksi internet apa adanya. Masih cukup ribet karena menggunakan jasa modem, bukan gadget cangging. Ngomong-ngomong terkait koneksi, kemudahan berkoneksi sejatinya sudah ada pada gadget SmartFren. SmartFren yang juga menjadi pendukung lomba ini, SmarFren merupakan gadget terbaik di Indonesia yang memberikan kemudahan kita dalam berinternet. Tanpa ribet dan Tanpa mahal pula. Pastikan Smartfren adalah Gadget pilihanmu.

SmartFren, Solusi Mudah dan Tepat Berinternet
Description: BANGGA ITU BUKAN APA ATAU BENDA Rating: 3.5 Reviewer: Kurungan Celotehan ItemReviewed: BANGGA ITU BUKAN APA ATAU BENDA



2 Komentar:

  1. Orang tua menanamkan akar pada anaknya. Nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah dibaca yach neng...
      terima kasih sudah berkunjung.
      sangat berharga sekali kunjungan neng evi pada blog kami.
      semoga lekas ada berita. siapa yang menjadi pemenang. sebagai apresiasi saya terhadap tulisannya.

      Terima Kasih...

      Delete

Terima Kasih telah luangkan waktu baca tulisan kami. Masih banyak tulisan terkait lain yang lebih bermanfaat. Harapan kami kritik saran menjadi penguat blog kami kemudian hari. Salam. Kurungan Celotehan.

 
TOP